Posts Tagged ‘muayyid’

Nata’ijul Ibadah

21 Januari 2010

NATAIJUL IBADAH

Mukadimah

Allah telah menetapkan tujuan penciptaan manusia dan jin yaitu untuk beribadah kepada-Nya, sebagai mana terdapat dalam firman-Nya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (Adz Dzariyat 56)

Ibadah dalam Islam mencakup seluruh sisi kehidupan, ritual dan social, habluminallah, dan habluminan naas, meliputi pikiran, perasaan, dan pekerjaan. “Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku,dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (Al An’am 162).

Ibadah disebut benar manakala terpenuhi dua syarat yaitu ikhlash karena Allah dan mengikuti aturan syariat. Allah berfirman: “yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al Mulk 2).

Para ahli tafsir sepakat bahwa yang dimaksud dengan ahsana amala adalah akhlashuhum lillah dan atba’uhum lisysyariah. Semua ibadah yang diperintahkan dalam Islam bertujuan untuk membentuk manusia membentuk manusia taqwa.

Hakikat Ibadah

Ibnu Taimiyah berkata: “makna asal dari kata ibadah adalah tunduk, namun ibadah yang diperintahkan oleh syariat adalah perpaduan antara ketaatan sempurna dan kecintaan yang sempurna. Ibnu Qoyyim mengatakan bahwa ibadah adalah gabungan antara ketaatan yang penuh dan cinta yang sempurna. Maka yang taat kepada Allah tapi tidak cinta kepada-Nya maka ia belum dikatakan beribadah.

“Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya,dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari Allah dan rasulNya dan dari berjihad di jalanNya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya, dan Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (QS At Taubah 24)

Dan yang mencintai Allah tapi tidak taat kepadaNya maka ia belum dikatakan beribadah kepada Allah. “katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran 31)

Nataij Ibadah (hasil-hasil Ibadah)

Ibadah yang shahih akan menghasilkan dan melahirkan sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi bekal dan pegangan dalam mengemban amanah sebagai hamba Allah khususnya tugas da’wah. Diantara dampak dari ibadah adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya Keimanan. Ulama ahlu sunah wal jamaah sepakat bahwa iman mengalami turun naik, kuat dan lemah, pasang-surut, menguat dengan amal shalih dan melemah dengan maksiat. Allah berfirman: “sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakal:”. Al Anfal 2.
  2. Semakin kuat penyerahan diri kepada Allah (Islam). Ketika kaum muslimin menhghadapi kekuatan sekutu pada perang ahzab keyakinannya akan kemenangan yang dijanjikan Allah semakin mantap dan keislaman mereka semakin kuat. “dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: inilah yang dijanjikan Allah dan rasulNya kepada kita, dan benarlah Allah dan RasulNya dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan”. (Al Ahzab 22)
  3. Ihsan Dalam Beribadah. Yaitu asy syu’ur bii uroqobatillah sebagaimana Rasulullah menjelaskan dalam hadits Bukhari.
  4. Ikhbat (tunduk). Ibadah yang sebenarnya manakala dilakukan dengan kesadaran dan dorongan hati,bukan formalitas dan rutinitas belaka. Tunduk dan patuh baru akan tumbuih apabila didasari pemahaman yang dalam dan keimanan yang kuat sebagaimana firmanNya: “dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwasanya Al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadaNya. (Al Hajj 54)
  5. Tawakal. Ibadah yang benar berdampak kehidupan seseorang ketika menghadapi tantangan hidup terutama tantangan da’wah, para nabi ketika menghadapi penolakan da’wah kaum mereka, mereka menyerahkan semua itu kepada Allah. Hud 56
  6. Mahabbah (rasa cinta). Seorang mukmin dengan beribadah dapat merasakan cinta kepada Allah dan allah mencintainya. Lihat AsSajdah 15-16
  7. Taubat. Kata-kata yang paling sering diungkapkan oleh orang yang beriman terutama yang aktif berda’wah di jalan Allah adalah memohon ampunan dari dosa dan kesalahan. “Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Ali Imran 147).
  8. Berdo’a. orang yang beriman ketika beribadah selalu meminta kepada Allah, tidak meminta kepada selain-Nya.
  9. Khusyu’. Orang yang beriman itu ketika disebut nama Allah hatinya tunduk dan khusyu kepada Allah. “dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’ (al Isra 107-109)

Imam Hasan Al Bana berkata: “Iman yang sejati, ibadah yang shahih dan mujahadah dalam beribadah dapat memancarkan cahaya dabn menghasilkan manisnya beribadah yang dicurahkan oleh Allah ke dalam hati hambaNya yang dikehendakiNya”.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.